Manajemen Kelas

Laporan bacaan dari tema manajemen kelas dari sumber Jurnal adaraa (Manajemen Pendidikan Islam). Judul jurnal tersebut yaitu Manajemen Kelas Yang Efektif, Volume 9, No. 2 Agustus 2019, link (https://jurnal.iain- bone.ac.id/index.php/adara/article/view/425/350)

Dari pembahasan point pertama di jurnal tersebut, menjelaskan pengertian manajemen kelas dari kata bahasa dan pengamat,  dari bacaan tersebut pengertian manajemen ialah suatu kegiatan secara bersama-sama  dan mengumpulkan banyak orang dalam mencapai keinginan tersebut, kelas ialah suatu kelompok yang melaksanakan kegiatan belajar bersama di tempat yang sama dan guru yang sama
jadi, dapat disimpulkan pengertian manajemen kelas yaitu manajemen kelas ialah segala usaha yang mewujudkan suasana pembelajaran yang efektif dan efisien, serta dapat memotivasi peserta didik dengan baik dan displin. hal ini bertujuan menciptakan komunikasi feed back / timbal balik antara pendidik dan peserta didik nya,

Dari pembahasan point kedua dijurnal tersebut, menjelaskan tujuan manajemen kelas, yang saya pahami dari kalimat di pembahasan tersebut yaitu tujuan manajemen kelas ini sangat penting harus diterapkan di kelas, hal ini bertujuan untuk memenuhi suatu tujuan pembelajaran, dan peran penting lain nya ialah menciptakan suasana di kelas kondusif saat proses belajar mengajar berlangsung dikelas, agar para peserta didik lebih leluasa untuk mendengarkan dari materi pembelajaran yang disampaikan dari guru nya

tujuan manajemen untuk siswa ialah siswa dapat mengetahui tingkah laku mereka, dengan memahami tata tertib di sekolah dan ketika guru memberikan suatu peringatan atau sanksi dan siswa dapat memperkuat rasa tanggung jawab nya ketika melaksanakan tugas maupun kegiatan di sekolah. maka dapat disimpulkan siswa di sekolah bukan hanya belajar saja dan menerima ilmu pelajaran dari  guru, akan tetapi tugas siswa ialah memperbaiki perilaku mereka menjadi lebih baik ketika berada di lingkungan sekolah  dan pergaulan nya pertemanan nya di lingkungan baik.
tujuan manajemen untuk guru ialah  guru dapat meningkatkan pemahaman dalam suatu materi pelajaran dengan sesuai prosedur dan terarah dan guru dapat menjalin komunikasi kepada siswa nya, agar hubungan komunikasi tersebut tidak rentang, maka guru harus menjalin komunikasi dengan siswa nya, dan guru harus melihat kebutuhan siswanya, keluhannya dan tingkah laku siswanya di dalam kelas, maka tugas seorang guru bukan hanya mengajar saja, akan tetapi tugas guru di kelas selain mengajar ialah menjalin komunikasi kepada siswanya, hal ini berdampak suasana di kelas menjadi harmonis dan kondusif,maka dapat disimpulkan bahwa seorang guru harus mampu menguasai kelas dengan menggunakan pendekatan yang di laksanakan saat proses belajar mengajar berlangsung

dari pembahasan selanjutnya di jurnal tersebut, membahas tentang prinsip-prinsip manajemen kelas
Beberapa prinsip manajemen  kelas tersebut, antara lain sebagai berikut:
1) Guru Harus Hangat dan Antusias
yang dimaksud Guru Harus Hangat dan Antusias ialah seorang guru harus memberikan perhatian kepada siswa nya dan berbagi waktu kepada siswa seperti mengajak diskusi dalam membahas materi pelajaran atau persoalan yang lain, hal ini bertujuan agar guru dan siswa nya membangun keharmonisan di kelas tersebut dan menimbulkan feed back timbal balik komunikasi 
2) Guru Harus Mampu Memberikan Tantangan
Yang dimaksud Guru Harus Mampu Memberikan Tantangan ialah guru harus mempunyai rencana evaluasi pembelajaran tiap minggu seperti diskusi, tanya jawab dan kuis, hal ini bertujuan untuk memperkuat daya ingatan siswa dalam memahami materi tersebut, dan bisa mengajak siswa belajar diluar kelas sebagai sarana refreshing agar tidak jenuh atau bosan belajar terus di kelas

3) Guru Harus Mampu bersikap Luwes
yang di maksud Guru Harus Mampu bersikap Luwes ialah memperlakukan siswa seperti anak sendiri dan guru bisa memanggil sesekali panggilan nak, panggilan seperti itu dapat menimbulkan perasaan atau kesan dalam diri siswa. hal ini perasaan guru ketika memanggil seperti itu, seperti perasaan kalau siswa ialah anak-anaknya sendiri dan juga berbagi waktu bersama siswa nya, agar dapat timbul keharmonisan antara guru dan siswa nya. agar siswa tersebut tidak takut dengan guru tersebut, ketika ada salah satu siswa nya nakal, apa yang harus dilakukan guru cara mengatasi nya permasalahan tersebut? jawabannya ialah dengan cara jangan memukul nya, memberikan kata kasar dan menyudutkan siswa tersebut di depan teman-teman nya, dengan semua cara itu guru harus menjauhi melakukan seperti itu, hal ini berdampak kepada psikis siswa tersebut,sebaiknya guru harus melakukan dengan cara menegur saja atau bisa bicara dengan siswa tersebut, kenapa dia bisa melalukan hal nakal di dalam kelas saat proses belajar mengajar berlangsung, maka dengan cara itu guru dapat menemukan latar belakang permasalahan siswa tersebut
4) Beri Penekanan pada Hal Positif
hal ini guru harus menekankan pada hal-hal yang positif dan menghindari pada hal-hal  negatif di dalam kelas,  jangan mencela atau menyakiti, menyudutkan siswa nya yang berbuat negatif di dalam kelas, guru bisa berbicara kepada siswa tersebut dengan menasehati nya tanpa harus di permalukan di depan teman-teman nya, hal ini bertujuan agar siswa tersebut tidak merasa malu dan minder, guru juga harus memotivasi atau memberi semangat kepada siswa nya agar giat belajar untuk meraih cita-cita nya, hal ini akan berdampak suasana belajar dalam kelas selalu harmonis dengan baik

5) Penanaman Disiplin Diri
penanaman displin diri ialah siswa dapat mengembangkan sikap displin dengan baik, sedangkan dengan guru dapat memberikan sikap teladan di depan siswanya, dan seorang guru dapat mengelola kelas dengan baik dan displin, hal ini bertujuan apabila guru tersebut sangat displin di tunjukan kepada siswa-siswa nya, maka para siswa tersebut dapat mempraktikanya secara langsung  dengan sikap displin tersebut, apabila guru itu sangat displin, maka siswa tersebut mengikuti tingkah guru yang baik di terapkan dalam kehidupan sehari-hari di lingkungan sosial
langkah-langkah kegiatan guru dalam manajemen kelas
1. Membuat rencana pembelajaran
Guru harus mempunyai rencana pembelajaran sebelum memulai proses belajar mengajar berlangsung
2. Merumuskan tujuan pembelajaran
Guru diharuskan mempunyai tujuan pembelajaran nya, peran ini sangat penting bagi peserta didik untuk menganalisis kemampuan dan bakat siswa masing-masing 
3. Memilih materi pokok pembelajaran
Guru harus memilih materi pokok pembelajaran sesuai pencapaian kompetensi dasar dan indikator hasil belajar, dalam hal ini sangat penting, materi pokok pembelajaran merupakan bahan yang menjadi proses pembelajaran bagi siswa selama mengikuti proses pembelajaran 
4. Menentukan strategi pembelajaran 
Guru harus dituntut mempunyai strategi pembelajaran, guru harus menguasai teknik penyajian saat proses mengajar dan guru harus mempunyai strategi yang cocok dan mudah diterima oleh siswa 
5.  Membuat evaluasi penilaian
Evaluasi adalah alat mengukur keberhasilan siswa dalam memahami dan menyimak setelah proses belajar mengajar berlangsung, evaluasi ini sangat perlu diterapkan, hal ini tujuan nya agar guru mengetahui kemampuan siswa nya di kelas

Pembahasan selanjutnya di jurnal tersebut, menjelaskan pendekatan dalam manajemen kelas, guru harus ada pendekatan dalam manajemen kelas, guru harus mengenal terlebih dahulu tingkah laku siswa nya, karakter, sifatnya dan  situasi kelas dan guru harus menciptakan suasana kelas yang displin dan harmonisasi,  pendekatan yang harus di terapkan yaitu pendekatan kebebasan , di sini akan mengulas pendekatan kebebasan, maksud pendekatan ini ialah memberikan kebebasan kepada siswa nya asalkan tidak melanggar dari peraturan yang sudah di tetapkan oleh peraturan di sekolah tersebut, makna kebebasan ini ialah seorang guru memberikan kebebasan ke siswa nya misal nya memberikan waktu diskusi, memberikan pertanyaan ke guru kalau ada materi yang kurang di pahami, siswa bebas melalukan apapun didalam kelas, asalkan siswa melalukan di kelas tersebut seperti menyimak, mencatat dan mendengarkan, dan ada pendekatan perubahan tingkah laku, yang dimaksudkan dengan pendekatan tersebut yaitu mengubah perilaku siswa yang kurang baik menjadi baik di dalam kelas. ketika suasana kelas ribut atau susah di atur saat proses pembelajaran berlangsung, guru juga harus meniliti kenapa kelas tersebut susah di atur mungkin ada faktor yang bisa memecahkan masalah tersebut. hal ini bertujuan agar guru tersebut sangat mudah menyampaikan materi pembelajaran dan siswa di dalam kelas juga mudah memahami materi di saat proses belajar mengajar dam ketika ada beberapa siswa yang sangat aktif atau bersikap displin di dalam kelas, maka guru tersebut  harus memberikan motivasi, memberikan sanjungan atau pujian kepada siswa tersebut, , karena siswa tersebut melakukan hal-hal yang positif di dalam kelas, hal ini bertujuan agar siswa yang melakukan hal yang positif dalam di terapkan di kelas maupun dilingkungan sosial nya, dan siswa tersebut menyadari ketika melakukan hal tersebut itu sangat positif dan terpuji dan tetap melakukan hal positif
Pembahasan terakhir di jurnal tersebut, membahas konsep modern manajemen kelas, tugas seorang pendidik harus sudah merencanakan strategi pembelajaran yang harus di rancangkan saat proses belajar mengajar berlangsung dan sistem evaluasi, sistem ini bisa digunakan untuk memperkuat daya ingat dan memperkuat komunikasi antara guru dan siswa nya, seperti diskusi, kuis dan tanya jawab dan fasilitas yang diperlukan di kelas atau media pendukung saat proses pembelajaran secara langsung, apalagi di zaman sekarang ini disebut juga zaman digitalisasi, siswa-siswa juga ingin dalam proses pembelajaran tersebut dengan menggunakan media pembelajaran, guru di zaman sekarang harus memasukan media pendukung untuk memberikan suasana yang baru dan tidak merasa bosan peserta didik nya saat proses pembelajaran berlangsung dan  peserta didik mudah memahami materi tersebut. Oleh karena itu, dalam mewujudkan manajemen kelas yang efektif maka perlu dilaksanakan seorang guru saat proses belajar mengajar di kelas, guru juga harus menciptakan suasana kelas yang kondusif. harmonis dan displin, maka menjadi seorang guru dapat mengendalikan di kelas, seperti menjunjung tinggi displin di dalam kelas, melihat lingkungan fisik kelas dan melaksanakan evaluasi ke siswanya agar dapat menjadi tolak ukur seorang peserta didik dalam memahami materi tersebut, apalagi di zaman sekarang guru harus menjadi panutan dari siswa nya dalam manajemen kelas, apabila guru tersebut gagal mengelola manajemen kelas, maka kelas itu pun kurang kondusif atau gagal dalam proses manajemen kelas, maka seorang guru harus mempelajari prosedur manajemen kelas, agar guru tersebut memudahkan saat proses belajar berlangsung di dalam kelas